Tak Mungkin Kau Kucinta

Rumah Sastra: Tak Mungkin Kau KucintaPesonamu sungguh menawan, gagah
Menahan rasa tanpa daya, pasrah

Memaksa mata ungkapkan cinta
Tapi jiwa tak mau berdusta

Kuberanikan merebah dalam dekapan
menginginkan lindungan kedamaian
Hatiku tak juga tenang

Bertahun-tahun kita jalani masa
selelah itu kupahami adanya
Misterimu masih tersebar di mana-mana

Semakin kaupeluk erat
tubuhku memenat

Semakin aku mampu mengerti
Langkahku ingin menjauh pergi
merenggangkan jalinan rasa ini

Tak mungkin tetap cinta
Tak mungkin tetap setia
Di pelukmu gelaplah jiwa
Yang kuminta ketenteraman jiwa

13 komentar:

cucuharis mengatakan...

puisi yg dasyat

bening mengatakan...

mencintai seseorang bukanlah apa apa
dicintai seseorang adalah sesuatu
dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti..
tapi..dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya...
(itu kata pujangga sob, he he he....)

Irna mengatakan...

kenapa suka sekali nulis puisi?

trus melangkah.. mengatakan...

saling belajar puisi yuk...!!!

Wafiq mengatakan...

@cucuharis: Terima kasih
@Bening: Dicintai oleh sang Pencipta adalah impian semua manusia, meski banyak manusia yang terlena pada cinta sesama manusia@Irna: Kenapa, ya? Tanya kenapa?... Saya juga bingung, kenapa? Yang jelas saya sudah suka puisi sejak SMP
@Trus Melangkah: Yuuuk..

tHe*way mengatakan...

kepada hati itu aku mencoba
mencari bilik yang mereka sebut cinta
gelap saja

namun..bukankah mencintai yang mencipta adalah keindahan sejati...
^^

Wafiq mengatakan...

@the*Way: mencari cinta???? Sedangkan yang menemukan cinta juga bingung...
keindahan sejati adalah mencintai Allah , ya, dan tentunya akan lebih indah jika dicintaiNya juga

wi3nd mengatakan...

kenapa tidak mun9kin?
cintakan taK harus memiLiki

** sok tau.net
hehheh

Wafiq mengatakan...

@wi3nd: Coz, buat apa kita mencintai sesuatu jika dengan mencintai sesuatu itu membuat hati tak bisa tenang dan gelaplah jiwa kita
Misalkan saja jika kita cinta kepada dunia.

qurratulaini mengatakan...

mba juga mohon yg sm, ketenteraman jiwa..
oiya, tampilannya udha gantian ato cuman touch up sana sini, beda lho fiq..lebih menarik gitu. hehee..

HerRI mengatakan...

Cinta itu tanpa pamrih. Ia mengalir dengan sendirinya. Ia kita berikan dengan ikhlas, walau belum tentu mendapat balasan. Seyogyanya ia tidak membuat siapapun sakit hati. Ia membuat jiwa menjadi tentram. Ia ..........

echi mengatakan...

namun aku tetap mencinta
meski gelisah mengusik jiwa....

kurniawana mengatakan...

aq gak konsen mbacanya..habis dibawah judul ada tulisan ini: Hsl Rp40Juta_Join 20Ribu..trus dbawah tulisan: —Yang kuminta ketenteraman jiwa, koq da tulisan iklan,bisnis rekening bank..yang terlalu dekat dg puisinya...jdi gitu deh..aq jdi brtanya2 ini masalah cinta kepada: Tuhan, pasangan, uang atau apa? hehehe... :-P

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar