Aku Rindu Dia

Aku Rindu Dia
Wahai, malam
apa kabarnya sang Dewi?
lama sudah aku tak jumpa
masih elokkah cahayanya?
berserikah?
ceriakah?
atau ia telah berubah?
tersenyumkah ia?
senyumnya, ah ...

Wahai, malam
padamu kutitipkan salam
sampaikan kerinduanku kepadanya
sampaikan kangenku pada cahayanya
oh bukan, tapi suaranya
-lembut suaranya-
oh bukan, tapi keanggunannya
keteduhan wajahnya
tatapannya
kebeningannya
kelembutannya
keriangannya
senyumnya
cintanya
matanya
ucapannya
senyumnya
pesonanya
wajahnya ...
oh ...
sampaikan saja, aku rindu dia

3 komentar:

buwel mengatakan...

duuuuhhh manisnya rindu...

rizka mengatakan...

wahh,sabar ya teman..

titi mengatakan...

Rindu memang perih yang mengasyikkan..bersyukur masih bisa rindu..masih ada yang dirindui

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar