Ilusi Pagi

Ilusi Pagi
Aku merenung sendu
Di serambi
Di pagi hari

Awan di ufuk berarak
Memerah perak
Seperti senja di barat

Angin berhembus seakan dari pohon mangga
Dengan buah masih kecil
Mungil
Pentil
Kuning terkena cahaya mentari
Bergoyang minta diambil

Tapi aku mengerti
Itu hanya ilusi

Aku belum juga beranjak
Dari kesalahan otak
Malah, aku ingin mendekat

Syukurlah rasa dingin
Menembus tubuh, begitu mudah, bagai tanpa daging
Menyadarkanku sebelum kering
Disengat mentari terik
Terang, panas, kering

0 komentar:

Poskan Komentar

Harap memberi komentar yang sopan.

 
Rumah Sastra © 2009 | Diperkuat oleh Blogger | Disain oleh Matematika Anak Sekolah | RSS: Posting-Komentar