
Aku merenung sendu
Di serambi
Di pagi hari
Awan di ufuk berarak
Memerah perak
Seperti senja di barat
Angin berhembus seakan dari pohon mangga
Dengan buah masih kecil
Mungil
Pentil
Kuning terkena cahaya mentari
Bergoyang minta diambil
Tapi aku mengerti
Itu hanya ilusi
Aku belum juga beranjak
Dari kesalahan otak
Malah, aku ingin mendekat
Syukurlah rasa dingin
Menembus tubuh, begitu mudah, bagai tanpa daging
Menyadarkanku sebelum kering
Disengat mentari terik
Terang, panas, kering


0 komentar:
Poskan Komentar
Harap memberi komentar yang sopan.